Kamis, 14 Juni 2012

Pengenalan Alat Dan pengenalan panjat tebing

Sebelum mengenal lebih dalam lagi tentang olahraga panjat tebing, pengetahuan tentang peralatan harus diketahui lebih dahulu mengenai nama dan bentuk peralatan kemudian paham fungsi alat tersebut serta yang terakhir yang tidak kala pentingnya dapat mempraktekkan peralatan tersebut sesuai dengan teori yang perna didapat/sesuai standar prosodur pemakaian.

ROPE
Tali yang biasa digunakan dalam pemanjatan adalah jenis karamantel yang secara umum terdapat dua macam:

1. Karnmantle static 
Ada dua jenis karnmatel static 
a. static
b. super static

jenis tali ini mempunyai daya lentur antara 6% s/d 0%, biasanya digunakan sebagai tali tetap ( fixed rope ) yang akan digunakan untuk ascending maupun descending. 
diameter standar yang digunaan adalah 10,5 mm. pnampilan ini biasanya berwarna gelap ( satu warna ), karena sifatnya yang static maka jenis tali ini aga keras atau kaku dibandingkan dengan jenis dyamic.

2. Karnmantel dynamic.
Digunakan untuk pemanjatan ( ebagai pengaman uatama ) yang menghubungkan
pemanjat dengan pengaman. Daya lentur tali ini ingga 25% yang berfungsi sebagai peredam kejut Jika jatuh. Ijin maksimal beban pada tali ini hingga tali tersebut merentang pada titik adalah 25% s/d 50%.
Dimeter yang biasa digunakan adalah 8,8 mm, 9mm, dan 11 m, sedangkan yang diameter 7 mm biasanya digunakan untuk tali transfer.
Karamantel yang baik dan masih layak dipakai bila ditekuk tidak terjadi patahan/masi membentuk lubang .


CARABINER
Carabier adalah cincin kait yang terbuatn dari almuniam alloy yang memeliki gate, ada dua macam carabiner yaitu screw gate dan non screw gate. Screw carabiner lebih besar kegunaannya daripada non screw gate, berfungsi sebagai pengkait dan dikaitkan.

DESCENDER
Peralatan yang digunakan untuk meniti tali keatas (peralatan tambahan) dan kebawah (memberikan gesekan pada tali sehingga kecepatan turun dapat di kontrol) serta mengemankan leader disaat membuat jalur. Jenis descender banyak dan pada umumnya banyak yang menggunakan jenis figure of eight atau auto stop
Descender/figure of eigh Descender auto Stop

ASCENDER
Alat mekanik untuk meniti tali ke atas saja dan secara otomatis mengunci, jenis ascender 
yang banyak dipakai adalah jumar dan croll.

HARNESS
Peralatan yang digunakan dipakai oleh pemanjat ( leader/belayer ) untuk mengamankan tubuh ( leader/blayer ) dan akan lebih aman lagi apabila dihubungkan dengan pengaman utama ( main rope ). Ada dua macam harness yaitu full body harness dan seat harness. 

CHALK BAG 
Sbagai tempat MgCo3 ( Magnesium Carbonat ), yang berfungsi agar tangan tidak licin karena berkeringat sehingga akan dapat membantu dalam pemanjatan.

SEPATU PANJAT
Ada dua jenis sepatu yang digunakan dalam pemanjatan yaitu:

1. Soft ( lentur dan fleksibel )
bagian bawahnya terbuat dari karet yang kuat dan memiliki kelenturan untuk menolong pada pijakan-pijakan yang minim di permukaan tebing dan mempunyai daya friksi yang baik.

2. Hard ( keras )
Jenis sepatu ini pada bagian bawah /telapak kaki tidak terlalu lentur/agak kaku. Cocok digunakan pada tebing yang banyak tonjolannya dan tajam atau tebing dengan tangga-tangga kecil, sehingga gaya tumpuannya dapat tertahan oleh bagian sepatu.
   
PULLEY
Mirip katrol, kecil dan ringan tetapi memiliki kemampuan dalam beban yang berat. Ada beberapa jenis Pulley di antaranya Pulley mini dan Pulley Tandem.
   
HELMET
Berfungsi untuk melindungi/mengamankan bagian kepala pemanjat, sehingga dalam pemanjatan lebih aman. Biasanya terbuat dari bahan plastic khusus yang ringan an tebal.

WEBBING
Merupakan alat panjat yang bentuknya pipih tidak terlau kaku dan lentur dalam penggunaanya dapat berfariasi misalnya: etreyer, sling, pengaman tubuh, sling runner.

CHOCK STOPPER
Merupakan pengaman sisip yang mulai dipasarkan tahun 1950-an. Digunakan untuk celah fertikal yang menyempit kebawah. Prinsip kerjanya menjepit pada celah yang membentuk sudut atau menyempit. Chock ini membentuk pipih.

PAKU PITON
Juga termasuk pengaman sisip yang berguna sebagai pasak. Prinsip kerjanya dimasukan kedalam celah baik yang vertical maupun yang horizontal. 

HEXA 
Secara prinsip cara kerjanya sama dengan chock stopper, hanya berlainan bentuk. Untuk pengaman sisip ini biasanya berbentuk round ( bulat ) dan hexagonal, pada kaitnya terbuat dari wire, seling webbing atau karnmantle static.

FRIEND
Prinsip kerja alat ini jika diberi beban keeping-kepingnya akan mengembang keluar sehingga akan menimbulkan gaya tekan ke smping yang besarnya dua kali lipat gaya beban yang diterimanya. Friend ini digunakan untuk menghadapi jenis-jenis celah vertical yang menyempit ke atas, celah yang melebar keluar, celah menyamping, celah pada lintasan menggantung ( over hang ) dan celah pada lintasan atap ( roof ), lebih dikenal dengan nama friend karena penggunaannya sangat mudah dan tingkat keamanannya dapat diandalkan sebagai teman pada saat memanjat.

ETRIER (TANGGA)
Bila rute yang akan dilalui ternyata sulit, karena tipisnya pijakan dan pegangan, maka etrier ini sangat membantu untuk menambah ketinggian. Pada Atrificial Climbing, etrier menjadi sangat vital, sehingga tanpa alat ini seorang pendaki akan sulit sekali untuk menambah ketinggian.

Abseiling (Rapeling)
Setelah mencapai puncak tebing, persoalan berikutnya adalah bagaimana turun kembali. Pada saat turun, pandangan pendaki tidak seluas atau sebebas ketika mendaki. Inilah sebabnya mengapa turun lebih sulit dari pada mendaki. Karenanya alat sangat diperlukan pada saat turun tebing (abseiling/rapeling). Cara turun dengan menggunakan tali melalui gerakan atau sistem friksi sehingga laju luncur pendaki dapat terkontrol.

Berdasarkan pemakaian alat maka abseiling dapat dibagi atas : teknik tanpa karabiner (classic method) dan teknik dengan karabiner (crab method).

0 komentar:

Poskan Komentar

Terimakasih sudah berkunjung.
bila ada komentar silahkan tulis saja......